Jan
30
2010
2

PANTAI UTARA PULAU FLORES..

Perjalanan yang sangat menyenangkan jika menyusuri pantai Utara kepulauan flores, terutama ketika melintasi beberapa bukit kecil yang dekat dengan bibir pantai sebelum singga di kecamatan Magepanda. Hamparan pasir putih di teluk pantai menghiasi panorama yang sungguh luar biasa.

Namun sayang dibeberapa bagian sudah kelihatan hancur perlahan tapi pasti  (Abrasi). Penaggulangan bencana abrasi ini memang terus dilakukan namun kelihatannya sangat lamban dikarenakan proses pertumbuhan tanaman bakau yang butuh waktu lama sedangkan abrasi terus terjadi siang dan malam. Namun kegiatan penangulangan ini harus terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pantai yang setiap hari terus rusak secara alami.

 

Lalu bagai mana dengan kehidupan biota laut di perairan flores ini ?

Ternyata penangkapan ikan dengan menggunakan bom masih dilakukan meskipun frekuensinya sudah berkurang.

Hal penangkapan ikan dengan Bom memang sudah dilakukan turun temurun oleh beberapa suku yang bukan berasal dari masyarakat lokal namun sudah berdomisili di Flores cukup lama dan menjadi penduduk tetap . Sangat disayangkan memang bahwa pengawasan laut kita masih  sangat lemah.

Written by hendrik in: Opini |
Jun
20
2009
0

Refleksi Pendidikan di Sikka

Dalam suatu perjalan tugas ke Desa Bhera dusun Liatobo, saya sempat berpikir sampai kapan ya  Dusun ini ” merdeka ” dalam artian bebas dari terisolasi  dunia transportasi.

kami menyusuri jalan setapak dengan pendakian yang cukup melelahkan dan akhirnya sampai juga di Puncak Liatobo. Tampak sebuah sekolah Kelas Jauh yang sedang di bagun oleh Lembaga saya untuk menyukseskan dunia pendidikan di Kab. Sikka. Sebelumnya anak-anak bersekolah di sebuah sekolah darurat dengan perabot darurat pula.

Saya berpikir…di saat kita berbicara tentang kualitas pendidikan, namun disisilan kita mengabaikan sarana prasarana sekolah , saat kita membanggakan “KBK “dan KTSP” tetapi kita lupa meningkatkan kualitas Guru, dan disaat ujian nasional distandarkan maka hancurlah tingkat kelulusan di NTT. mengapa ??

Saya melihat bahwa ini bukan ujian akhir Nasional bagi siswa melainkan ujian akhir Nasional Bagi guru-guru, karena pembuatan kurikulum dilakukan oleh Guru-guru di daerah  tetapi soal ujian akhir Nasional dibuat dari PUsat.

Pemerintah Kerap kali menilai peningkatan kualitas guru selalu identik dengan kenaikan Gaji sang Guru .  Pada hal gaji tidak menambah pengetahuan bagi guru, hanya dengan melakukan pelatihan, lokakarya, study banding dll. yang berhubungan dengan pengembangan pengetahuan dan kepribadiannya. Ini lah  yang justru selalu di abaikan.

Saat konsolidasi Program antara Pemerintah Kab. Sikka dan LSM , Data BPS menyebutkan angka Buta huruf di kabupaten Sikka Masih cukup tinggi. Dan saya berpikir ya jelaslah bayangkan Anak-anak yang tinggal Di Liatobo harus bersekolah ke Bhera yang menempuh sekitar 4 KM mendaki dan menurun setiap hari.

Dan masih terlalu banyak Desa yang sangat terisolasi terutama dalam akses pendidikan. Harusnya Sekolah “ satu atap “ dapat memberikan Solusi bagi tingginya tingkat Drop Out di Kabupaten Sikka.

Written by hendrik in: Opini |
Feb
17
2009
1

Dunia Pendidikan di Desa dan Perkotaan

Di saat visit ke desa di sebuah wilayah dampingan organisasi saya, yaitu desa TES di kabupaten Timor Tengah Utara . Kami mengunjungi sebuah sekolah dasar yang merupakan kelas jauh di kampung lama desa TES.Bangunan sekolah ini sangat darurat dan  sangat tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Sebuah proyek yang sedang dikerjakan sebagai jawaban nyata dari lembaga kami untuk membangun dua lokal ruang kelas sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak.

 

 

Pada saat istirahat di gubuk sekolahan darurat ini dan memperhatikan tulisan-tulisan yang masih tersisa di papan tulis, sangat tergambar dengan jelas betapa kualitas guru masih harus terus ditingkatkan.

 

Yang membuat terharu yaitu antusias anak-anak untuk sekolah sangat tinggi walau dalam kondisi yang terbatas. Kalau kita bayangkan betapa kacaunya pendidikan di kota dengan perkelahian antara siswi atau antara Geng serta maraknya Bolos sekolah dll. Sangat memprihatinkan…pertanyaannya adalah apakah ini membuktikan gagalnya dunia pendidikan di Indonesia ? tentu tidak… akan tetapi menurut saya ini menunjukan prioritas pendidikan yang belum jelas karena pendidikan yang berlangsung hanya tertujuh kepada satu kecerdasan yaitu

Kecerdasan Pikiran ( IQ ) pada hal untuk mencapai manusia yang berkualitas kecerdasan Pikiran ( IQ ) hanya berkontribusi tidak lebih dari 20 % menurut penelitian .Sehingga untuk mencapai keberhasilan seseorang harus memiliki kecerdasan yang lain. Dunia pendidikian di Indonesia belum mengarah kepada kecerdasan Emosional ( EQ ) dan Kecerdasan Spiritualitas ( ESQ ) hal ini terbukti dari kualifikasi kelulusan hanya dinilai dari hasil ujian akhir. Pada hal untuk mencapai kualitas dan keberhasilan seseorang harus memiliki tiga kecerdasan yaitu kecerdasan Pikiran ( IQ ), Kecerdasan Emosional ( EQ ) dan Kecerdasan Spiritualitas ( ESQ ).

 

Jika kita bandingkan siswa di kota dan di desa maka sangat jelas bahwa anak-anak di kota lebih memiliki kecerdasan pikiran sedangkan di desa karena keterbatasan sarana dan prasarana serta rendahnya kualitas guru maka mereka masih jauh jika dibandingkan dengan anak-anak kota. Akan tetapi anak-anak di desa lebih memiliki dua kecerdasan yang lain yaitu kecerdasan Emosional ( EQ ) dan kecerdasan Spiritual atau Moral ( ESQ ).

 

Mengapa akhir-akhir ini sering terdengar perkelahian antara Siswa-siswi di perkotaan ? hanya ada satu jawaban yang dapat saya sampaikan yaitu : Pendidikan di Kota kurang mengarahkan anak pada pendidikan tentang kecerdasan Emosional ( EQ ) dan Pendidikan tentang kecerdasan Spiritualitas atau Moral ( ESQ ).

Written by hendrik in: Opini |
Feb
16
2009
2

Timor-Timur Satu Menit Terakhir

Sungguh sangat mengesankan buku yang di tulis oleh seorang Rien Kuntari mengulas tuntas pristiwa bersejarah lepasnya Si bungsu Timor-Timur menjadi sebuah negara yang merdeka. Awalnya saya hanya mendengar cerita dari seorang teman  tetapi saya kurang berminat apa lagi penulis adalah seorang wartawan yang menurut saya selalu membesar-besarkan sebuah informasi untuk menarik pembaca.

Karena beberapa hari Libur sehingga saya menerima tawaran untuk membaca buku ini, ya sekedar mengisih waktu libur. Dan ketika membaca buku ini saya sangat penasaran bahkan terkesan memaksakan diri untuk tetap membaca hingga selesai.

Buat teman-teman yang punya pengalaman khusus di Timor-Timur mungkin buku ini dapat membuka kembali semua kenagan baik yang tragis maupun yang  menyenangkan.

“Timor-Timur Satu Menit Terakhir” Seolah mengingatkan aku kembali kepada masa-masa sulit 3 tahun di Baucau banyak kajadian yang sulit untuk di lupakan. Suara tembakan, Mercado terbakar, Penculikan, Penghadangan dll.

Ternyata saya membutuhkan waktu 3 hari untuk membaca buku ini.. saya terkesan dengan keberanian si penulis yang mengulas tuntas tanpa ditutup-tutupi kenyataan yang ada.

Written by hendrik in: Opini |
Jan
29
2009
0

Fatwa Haram Rokok

Perdebatan tentang fatwa MUI terhadap Haram Rokok dan Golput semakin panas. Terlihat beberapa kalangan terusik dengan fatwa ini terutama tentang “haram Rokok” bagi seorang perokok berat hal ini akan terasa sangat berat mengingat kebiasaan menikmati harumnya asap yang dihisap. Lebih dari itu Pemerintah Indonesia pasti sangat berat karena peneriman pajak dari sektor ini cukup besar  dan pabrik rokok juga mempekerjakan banyak karyawan sehingga jika terjadi larangan ini maka pabrik rokok akan mengurangi produksinya atau bahkan akan terancam guling tikar.

Fatwa ini menurut saya lehih bersifat seruan moral karena tidak ada dasar hukum untuk menindak orang yang melanggar Fatwa. Seruan ini jika dipandang dari kaca mata Medis memang sangat  bermanfaat bagi seluh umat manusia sehingga tidak ada salahnya. Dan jika keingin untuk Fatwa ini menjadi sebuah aturan maka MUI harus melakukan advokasi kepada  pemerintah untuk mengakomodirnya dengan membuat sebuah peraturan pemerintah.

Mudah-mudahan seruan ini membuat kita bisa terhindar dari dari penyakit TBC.

Kalau sampai merokok juga Dosa , ya…. gimana nih… Sudah berapa dosa yang diperbuat ??? he he he..mohon ampun ajalah karena dulu belum tahu… he h eh e.

STOP ROKOK  !!! bukan karena takut dosa tetapi karena menyadari bahwa merokok dapat merusak kesehatan terutama ” impotensi”

Written by hendrik in: Opini |
Jan
29
2009
0

Sekte Mesum

Sekte ini menambah deretan aliran sesat di Indonesia, mudah-mudahan ini bukan permainan politik dalam menyabut pemilu yang akan datang mengingat nama Agus Imam pimpinan Sekte ini mengaku merupakan titisan Soekarno. Dari berbagai pengakuan pengikut sekte ini ternyata issu free sex tidak dilakukan mereka. Kalau gitu siapa sih yang menyebarkan issu ini, atau mungkin para pengikut enggan mengakui praktek mesum ini. Menurut beberapa pengikut, mereka dimandikan untuk membersikan diri dari dosa oleh sang “ nabi Agus Imam” untuk laki-laki hanya menggunakan CD (celana Dalam),truss yang perempuan ??  belum ada yang komentar tentang itu. waduh,, ngeri juga sih.

Cukup mengherankan karena ternyta banyak orang yang justru suka dan terpengaruh dengan Aliran ” satria peningit” Pengikut-pengikut aliran ini mungkin sedang mencari jati diri. Praktek ini mungkin karena menggabungkan agama dengan kepercayaan atau kebudayaan lokal sehingga terjadi akulturasi yang tidak match yang menimbulkan penapsiran yang keliru.

Dunia semakin tua kejadian-kejadian aneh pun semakin banyak sehingga  waspadalah , karena jangan sampai kita memberikan pandangan dan makian ke sekte lain tetapi kita secara tidak sadar sedang berada dalam suatu sekte  yang lehih ancur he he e..

Written by hendrik in: Opini |
Jan
17
2009
5

Etnis Lamatuka

Orang Lamatuka adalah salah satu etnis di pulau Lembata yang memiliki nilai santun yang tinggi dan meraka menggunakan bahasa daerah yang agak berbeda dengan desa-desa yang lain terutama dialeknya terkesan lebih halus . Perlu diketahui bahwa di Pulau Lembata tidak ada satu bahasa daerah yang bisa digunakan untuk berkomunikasi sehingga bahasa indonesia sering dipakai untuk berkomunikasi antar wilayah.

Menurut cerita turun - temurun orang Lamatuka berasal dari sebuah pulau di sebelah timur pulau Lembata yaitu pulau “Lepanbatan Ruha rema” pendahulu-pendahulu itu menyelamatkan diri dari pulau Lepanbatan karena terjadi bencana alam yang sangat dasyat. Mereka bereksodus kepulau terdekat yaitu Lomlen yang dibawahi oleh seorang tokoh bernama ” Ama Dolu Sinu dan isterinya Ina Ema Hingi ” mereka terhimpun dalam satu keluarga besar yaitu Lamatuka. Mereka berlayar sampai ke teluk “Bobu” sebuah teluk di selatan pulau lembata, dan menyusuri sebuah Gua yang cukup besar sehingga mereka mengikiti jalur gua tersebut dan akhirnya mereka keluar disuatu wilayah pedalaman Lembata yaitu ” NUBA “ yang akhirnya dinamakan Nuba Dolusinu dan Ema Hingi. Dalam perjalan tersebut ada juga orang-orang yang mempunyai niat-niat yang berbeda dan cendrung menggunakan” kekuatan Hitam” untuk mengganggu sesama yang lain sehingga ” Ama Dolusinu ” mengambil sebuah keputusan untuk menutup Lobang tempat keluar dengan sebuah batu sehingga orang-orang tersebut tidak masuk dalam ethis Lamatuka. Hal ini terbukti bahwa dari keturun Lamatuka tidak ada orang yang mempunyai kekuatan Hitam atau dalam bahasa setempat “Emap’e”. akan tetapi muncul banyak tabib yang melakukan kegiatan secara sukarela untuk menyembuhkan pasien dengan bantuan Lelurur dari Nuba Dolusinu. Dari puncak nuba itulah awal ethis ini memulai suatu kehidupan yang baru dengan mendiami empat wilayah kampung yang berdekatan yaitu: Besei , Lebelang, Benalar dan Hidalabi.

Puncak Nuba Dolusinu ini menjadi suatu tempat yang memperstukan Lima Marga besar orang Lamatuka yaitu : Tukan, Lasar, Ruing, Lewuras dan Lengari, dengan melakukan ritual adat ditempat ini. Hal ini menjadi dogma turun temurun yang diteruskan sampai sekarang dan Nuba Dolusinu menjadi tempat yang sakral untuk orang Lamatuka.

Di Puncak ini dilakuakan perpaduan antara ritual Agama dan budaya lokal dengan didirikan sebuah gua Maria yang disebut Gua Pae Hati “ dan ditempat ini selalu dilakukan upacara syukur setiap tahun oleh Gereja pada bulan Desember yang selalu dihadiri oleh para pejabat Kabupaten Lembata. Anak- anak Lamatuka sekarang sudah tersebar diberbagai daerah dengan kehidupan yang berbeda tentunya tetapi nilai-nilai luhur dari puncak Nuba selalu tertanam dalam hati setiap orang.

Written by hendrik in: Opini |
Nov
22
2008
0

Tambang Marmer di TTU

Kabupaten TTU merupakan salah satu daerah pertambangan marmer yang sudah merlangsung cukup lama dan mengeruk batu yang merupakan bahan menta pembuatan marmer yang konon kabarnya cukup mahal itu. Dari batu gelondongan itu akan dikirim ke Jawa untuk diproses menjadi batu marmer dan tentunya hanya dapat dibeli oleh orang-orang yang punya duit buanyak. Sayang sekali memang kekayaan ini hanya memberi sedikit kontribusi untuk daerah.

 

Foto tanggal 17 Nov 2008

Batu-batu ini dapat ditemui dalam perjalanan ke ” Eban “  ibu kota kecamatan Miomafo Barat di kabupaten Timor Tengah Utara. Sepertinya batu-batu ini masih muda sehingga tidak dibawah ke jawa untuk di olah. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan pun cukup parah dan naasnya tidak sedikit pun terbersik niat baik dari perusahan tambang ini untuk merehabilitasi kembali lahan yang rusak.

Bukit batu yang megah seperti ini suatu saat akan musnah dengan keserakahan manusia karena keinginan untuk meraut profit yang sebesar-besarnya tanpa mempedulikan upaya pelestariannya.

Di kabupaten TTU penambangan Marmer terbesar yaitu disekitar desa Oerinbesi yang menurut kabar kontrak kerja sama dengan pemerintah daerah selama 30 tahun sehingga dapat dibayangkan betapa beratnya derita yang akan ditanggung oleh lingkungan dan ekosistim disekitarnya. Sebagai akibat dari kegiatan ini perubahan suhu sudah terasa semakin tinggi disekitar wilayah ini dan curah hujan pun tidak menentu menurut warga setempat. Memang kondisi menomena alam yang semakin buruk terjadi disemua wilayah dan tentu sedikit kontribusi dari akibat pengerukan kekayaan alam yang dilakukan di lokasi ini.

Written by hendrik in: Opini | Tags:

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com