Dec
31
2009
0

CATATAN AKHIR TAHUN 2009

Dunia semakin tua, tahun terus berganti dan tidak seorang pun yang dapat menahannya. Banyak kisah yang terjadi sepanjang tahun 2009, ada yang indah tatapi juga banyak yang mencekam.

Saya akhirnya kembali ke Maumere dan berkumpul bersama keluarga namun kehilangan teman-taman terbaik yang telah besama-sama selama 2 tahun di kota sari Kefamenanu.

Written by hendrik in: New Experience |
Sep
12
2009
0

Monster Jalaan di Maumere

Maumere ibu kota kabupaten Sikka bisa dikatakan merupakan sentral dari kegiatan perdagangan kepulauan flores, karena memang letaknya berada di tengah dan strategis mengingat posisinya di bagian utara yang berhadapan dengan Makassar. Namun kelebihan dari kota ini ternyata tidak berbanding lurus dengan masalah lalulintas di jalanan, kecelakaan hampir terjadi setiap saat. Dan di sepanjang jalan di kota ini ternyata telah merenggut begitu banyak nyawa manusia. Sudah terlalu banyak orang yang mati sia-sia dan naasnya lagi sebagian besar korban adalah anak-anak ramaja. 

Saya sangat prihatin dengan kondisi ini, dan coba membayangkan betapa padatnya lalulintas di Jakarta, Surabaya, Makassar dan kota-kota yang lain tetapi begitu minimnya kecelakaan terjadi. Lulu apa masalahnya ?… mungkin juga karena kesadaran dari setiap pengemudi kendaraan tentang peraturan lalulintas , atau mungkin bayak yang tidak tahu aturan lalulintas dan bisa jadi juga faktor ” Moke ” (Arak).

Saya berpikir bahwa jalanan di Maumere sudah merupakan monster bagi pengendara sehingga siapa pun yang menggunakan kendaraan di Maumere supaya berhati-hati dan harus selalu waspada karena bisa jadi, anda sudah hati-hati tetapi orang lain tidak dan kecelakan akan terjadi.

Ajakannya adalah mari kita semua selalu mentaati aturan Lalulintas di Jalan sehingga kecelakaan lalulintas dapat di atasi.

Written by hendrik in: New Experience |
Dec
07
2008
1

Nara Pidana dan Kreatifitas

Kita selalu beranggapan Napi identik dengan kekerasan atau kejahatan atau  yang jelek-jelek dan selalu berkonotasi buruk. Ada seorang napi di LP Kefamenanu yang setelah menjalani masa tahanan beliau dapat memberikan sesuatu yang berbeda dengan mebuat perahu-perahu dari sisa Kayu dan bambu. Harga dari hasil karya ini pun dijual hanya Rp 50.000.- per buah, memang cukup sulit menjualkan hasil karya yang sedikit bertolak belakang dengan situasi di kefamenanu yang nota bene berada dipedalaman dan sulit sekali melihat laut.

Ada suatu nilai imajinasi yang bagus sekali dengan    membuat karya-karya perahu unik seolah menggambarkan sebuah kerinduan akan pelayaran dan petualangan hidup . Cukup mengagumkan hasil karya kawan “napi” ini, setelah ditanya asal-usulnya ternyata beliau adalah orang ambon yang merantau ke Timor, dengan demikian maka jelaslah jawaban mengapa harus perahu yang dibuat.

Ada beberapa teman yang sudah beli karya ini sebagai kenang-kenangan berada di TTU sekaligus membantu Pak Ex napi yang sudah memulai kehidupannya yang baru. Dengan keterbatasan alat pembuatan sehingga perahu-perahu ini masih tampak sedikit kasar pada permukaan namun dari bentuk dan desainnya menurut saya cukup bagus.

Written by hendrik in: New Experience |
Nov
29
2008
0

Ulat Kebatek di Kefamenanu

Jenis ulat ini biasanya hidup di batang kayu yang sudah lapuk dan oleh masyarakat Kefamenanu ulat ini dapat dikonsumsi katanya sih dapat berfungsi sebagai obat. Tapi saya ga tahu juga dapat menyembukan penyakit apa soale yang paling gencar nyari ini barang, orang-orang yang masih ada keturunan “tiong hoa” yang ada di Kefa.

Prosesnya pun sangat mudah yaitu ulat ini di panggang lalu di potong bagian perut untuk memberikan sisa-sisa kotoran end di lumuri dengan garam kemudian di panggang lagi setelah itu dapat dikonsumsi.

Minyak yang beluar dari ulat ini cukup banyak saat dibakar sehingga kalau dimakan rasanya cukup nikamat. Saya sudah pernah mencoba mencicipinya walaupun ga tahu khasiat sesunggunya untuk apa.

Binatang ini cukup populer di kalangan warga tiong hoa, pernah salah seorang mitra kerja yang masuk rumah sakit beliau meminta untuk mencari ulat ini dan setelah lelalui pengobatan rumah sakit dan mungkin juga sedikit kontribusi dari sang ulat ini beliu pun sehat kembali.

Thanks ya ” Ulat Kebatek ” he he…

Written by hendrik in: New Experience |

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com