Nov
29
2008
0

Ulat Kebatek di Kefamenanu

Jenis ulat ini biasanya hidup di batang kayu yang sudah lapuk dan oleh masyarakat Kefamenanu ulat ini dapat dikonsumsi katanya sih dapat berfungsi sebagai obat. Tapi saya ga tahu juga dapat menyembukan penyakit apa soale yang paling gencar nyari ini barang, orang-orang yang masih ada keturunan “tiong hoa” yang ada di Kefa.

Prosesnya pun sangat mudah yaitu ulat ini di panggang lalu di potong bagian perut untuk memberikan sisa-sisa kotoran end di lumuri dengan garam kemudian di panggang lagi setelah itu dapat dikonsumsi.

Minyak yang beluar dari ulat ini cukup banyak saat dibakar sehingga kalau dimakan rasanya cukup nikamat. Saya sudah pernah mencoba mencicipinya walaupun ga tahu khasiat sesunggunya untuk apa.

Binatang ini cukup populer di kalangan warga tiong hoa, pernah salah seorang mitra kerja yang masuk rumah sakit beliau meminta untuk mencari ulat ini dan setelah lelalui pengobatan rumah sakit dan mungkin juga sedikit kontribusi dari sang ulat ini beliu pun sehat kembali.

Thanks ya ” Ulat Kebatek ” he he…

Written by hendrik in: New Experience |
Nov
28
2008
0

Gua Maria di Eban

Dalam perjalaman ke Eban ibu kota kecamatan miomafo barat terasa cukup menyenangkan dan saya mendapat beberapa hal yang mengagumkan. Ada sebuah gua yang cukup bagus walau pun didesain sendiri namun coraknya dan suasananya bagus buat melakukan permenungan iman.

 Devosi kepada bunda Maria merupakan bentuk penghormatan kepada Maria dan bukan penyembahan terhadapNya.

Gua ini didesain cukup alami dan memberikan suatu suasana yang lebih tenang sehingga baguslah terutama bagi orang-orang yang senang berpetualang dalam hal spiritualitas.

Written by hendrik in: Spritualitas |
Nov
22
2008
0

Tambang Marmer di TTU

Kabupaten TTU merupakan salah satu daerah pertambangan marmer yang sudah merlangsung cukup lama dan mengeruk batu yang merupakan bahan menta pembuatan marmer yang konon kabarnya cukup mahal itu. Dari batu gelondongan itu akan dikirim ke Jawa untuk diproses menjadi batu marmer dan tentunya hanya dapat dibeli oleh orang-orang yang punya duit buanyak. Sayang sekali memang kekayaan ini hanya memberi sedikit kontribusi untuk daerah.

 

Foto tanggal 17 Nov 2008

Batu-batu ini dapat ditemui dalam perjalanan ke ” Eban “  ibu kota kecamatan Miomafo Barat di kabupaten Timor Tengah Utara. Sepertinya batu-batu ini masih muda sehingga tidak dibawah ke jawa untuk di olah. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan pun cukup parah dan naasnya tidak sedikit pun terbersik niat baik dari perusahan tambang ini untuk merehabilitasi kembali lahan yang rusak.

Bukit batu yang megah seperti ini suatu saat akan musnah dengan keserakahan manusia karena keinginan untuk meraut profit yang sebesar-besarnya tanpa mempedulikan upaya pelestariannya.

Di kabupaten TTU penambangan Marmer terbesar yaitu disekitar desa Oerinbesi yang menurut kabar kontrak kerja sama dengan pemerintah daerah selama 30 tahun sehingga dapat dibayangkan betapa beratnya derita yang akan ditanggung oleh lingkungan dan ekosistim disekitarnya. Sebagai akibat dari kegiatan ini perubahan suhu sudah terasa semakin tinggi disekitar wilayah ini dan curah hujan pun tidak menentu menurut warga setempat. Memang kondisi menomena alam yang semakin buruk terjadi disemua wilayah dan tentu sedikit kontribusi dari akibat pengerukan kekayaan alam yang dilakukan di lokasi ini.

Written by hendrik in: Opini | Tags:

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com