Nara Pidana dan Kreatifitas
Kita selalu beranggapan Napi identik dengan kekerasan atau kejahatan atau yang jelek-jelek dan selalu berkonotasi buruk. Ada seorang napi di LP Kefamenanu yang setelah menjalani masa tahanan beliau dapat memberikan sesuatu yang berbeda dengan mebuat perahu-perahu dari sisa Kayu dan bambu. Harga dari hasil karya ini pun dijual hanya Rp 50.000.- per buah, memang cukup sulit menjualkan hasil karya yang sedikit bertolak belakang dengan situasi di kefamenanu yang nota bene berada dipedalaman dan sulit sekali melihat laut.
Ada suatu nilai imajinasi yang bagus sekali dengan membuat karya-karya perahu unik seolah menggambarkan sebuah kerinduan akan pelayaran dan petualangan hidup . Cukup mengagumkan hasil karya kawan “napi” ini, setelah ditanya asal-usulnya ternyata beliau adalah orang ambon yang merantau ke Timor, dengan demikian maka jelaslah jawaban mengapa harus perahu yang dibuat.
Ada beberapa teman yang sudah beli karya ini sebagai kenang-kenangan berada di TTU sekaligus membantu Pak Ex napi yang sudah memulai kehidupannya yang baru. Dengan keterbatasan alat pembuatan sehingga perahu-perahu ini masih tampak sedikit kasar pada permukaan namun dari bentuk dan desainnya menurut saya cukup bagus.