Jan
31
2009
47

Patung Bunda Maria Segala Bangsa di Nilo

 Bunda maria segalah bangsa .. Patung ini pernah sekali mengalami musiba bencana alam yang menyebabkan jatuh dari taktanya.. warga maumere waktu itu hebo dengan kejadian ini. 

Sungguh suatu  kejadian yang menyedikan dihati masyarakat maumere. Patung ini berada di sebuah bukit dekat kota Maumere yang bernama ” Nilo” . Kata Nilo kalau di artikan bermakna “Terang” dan di puncak ini kita dapat melihat seluruh kota Maumere.

Somoga saja dengan ada semakin banyaknya tempat Ziarah di Maumere memberikan kedewasaan Iman Umat Kristiani di Nian Tana. Bunda Maria sudah menyatakan diri sebagai Bunda segala bangsa artinya Siapa pun dia dari mana pun dia baik yang tidak percaya  ”Maria merupakan Ibu Kita yang senantiasa selalu mendoakan kita”

Maria adalah sosok Seorang ibu yang selalu menyayangi dan dari Jaman ke Jaman menyertai, membimbing manusia . Terbukti dari berung kali penampakan kepada manuasia salah satunya pada tahun 1531  kepada  Juan Diego di Mexiko yang kemudian dinamakan diri sebangai “Santa Maria de Guadalupe.” penampakan ini diatas sebuah tilma.

Yang menarik adalah di Amerika sekitar 8 juta orang menerima iman Katolik oleh satu saja penampakan Maria, yaitu Guadalupe

 

 

 

 

Written by hendrik in: Spritualitas |
Jan
29
2009
0

Fatwa Haram Rokok

Perdebatan tentang fatwa MUI terhadap Haram Rokok dan Golput semakin panas. Terlihat beberapa kalangan terusik dengan fatwa ini terutama tentang “haram Rokok” bagi seorang perokok berat hal ini akan terasa sangat berat mengingat kebiasaan menikmati harumnya asap yang dihisap. Lebih dari itu Pemerintah Indonesia pasti sangat berat karena peneriman pajak dari sektor ini cukup besar  dan pabrik rokok juga mempekerjakan banyak karyawan sehingga jika terjadi larangan ini maka pabrik rokok akan mengurangi produksinya atau bahkan akan terancam guling tikar.

Fatwa ini menurut saya lehih bersifat seruan moral karena tidak ada dasar hukum untuk menindak orang yang melanggar Fatwa. Seruan ini jika dipandang dari kaca mata Medis memang sangat  bermanfaat bagi seluh umat manusia sehingga tidak ada salahnya. Dan jika keingin untuk Fatwa ini menjadi sebuah aturan maka MUI harus melakukan advokasi kepada  pemerintah untuk mengakomodirnya dengan membuat sebuah peraturan pemerintah.

Mudah-mudahan seruan ini membuat kita bisa terhindar dari dari penyakit TBC.

Kalau sampai merokok juga Dosa , ya…. gimana nih… Sudah berapa dosa yang diperbuat ??? he he he..mohon ampun ajalah karena dulu belum tahu… he h eh e.

STOP ROKOK  !!! bukan karena takut dosa tetapi karena menyadari bahwa merokok dapat merusak kesehatan terutama ” impotensi”

Written by hendrik in: Opini |
Jan
29
2009
0

Sekte Mesum

Sekte ini menambah deretan aliran sesat di Indonesia, mudah-mudahan ini bukan permainan politik dalam menyabut pemilu yang akan datang mengingat nama Agus Imam pimpinan Sekte ini mengaku merupakan titisan Soekarno. Dari berbagai pengakuan pengikut sekte ini ternyata issu free sex tidak dilakukan mereka. Kalau gitu siapa sih yang menyebarkan issu ini, atau mungkin para pengikut enggan mengakui praktek mesum ini. Menurut beberapa pengikut, mereka dimandikan untuk membersikan diri dari dosa oleh sang “ nabi Agus Imam” untuk laki-laki hanya menggunakan CD (celana Dalam),truss yang perempuan ??  belum ada yang komentar tentang itu. waduh,, ngeri juga sih.

Cukup mengherankan karena ternyta banyak orang yang justru suka dan terpengaruh dengan Aliran ” satria peningit” Pengikut-pengikut aliran ini mungkin sedang mencari jati diri. Praktek ini mungkin karena menggabungkan agama dengan kepercayaan atau kebudayaan lokal sehingga terjadi akulturasi yang tidak match yang menimbulkan penapsiran yang keliru.

Dunia semakin tua kejadian-kejadian aneh pun semakin banyak sehingga  waspadalah , karena jangan sampai kita memberikan pandangan dan makian ke sekte lain tetapi kita secara tidak sadar sedang berada dalam suatu sekte  yang lehih ancur he he e..

Written by hendrik in: Opini |
Jan
23
2009
0

Patung Yesus di Wure

Sebuah Patung Tuhan Yesus di desa Wure merupakan salah satu  dari tempat ziara umat khatolik di Flores. Biasanya setelah prosesi Angung di Larantuka banyak pesiara yang langsung mengunjungi tempat tersebut dengan menyemberangi selat Gonsalu menujuh pulau Adonara kurang lebih 30 menit. Hal yang paling mengesankan yaitu ketika melihat pancaran wajah patung seolah memberikan suatu kedamaian yang luar biasa .Banyak Pesiara mengatakan banyak ujud yang mereka sampaikan tercapai ketika berdoa ditempat ini.

Menurut saya sih memang kita butuh tempat yang nyaman, hening sehingga kita menyadari betul kehadiran Tuhan dan dapat intropeksi diri.

 

 

 

 

 

 

 

Written by hendrik in: Spritualitas |
Jan
17
2009
5

Etnis Lamatuka

Orang Lamatuka adalah salah satu etnis di pulau Lembata yang memiliki nilai santun yang tinggi dan meraka menggunakan bahasa daerah yang agak berbeda dengan desa-desa yang lain terutama dialeknya terkesan lebih halus . Perlu diketahui bahwa di Pulau Lembata tidak ada satu bahasa daerah yang bisa digunakan untuk berkomunikasi sehingga bahasa indonesia sering dipakai untuk berkomunikasi antar wilayah.

Menurut cerita turun - temurun orang Lamatuka berasal dari sebuah pulau di sebelah timur pulau Lembata yaitu pulau “Lepanbatan Ruha rema” pendahulu-pendahulu itu menyelamatkan diri dari pulau Lepanbatan karena terjadi bencana alam yang sangat dasyat. Mereka bereksodus kepulau terdekat yaitu Lomlen yang dibawahi oleh seorang tokoh bernama ” Ama Dolu Sinu dan isterinya Ina Ema Hingi ” mereka terhimpun dalam satu keluarga besar yaitu Lamatuka. Mereka berlayar sampai ke teluk “Bobu” sebuah teluk di selatan pulau lembata, dan menyusuri sebuah Gua yang cukup besar sehingga mereka mengikiti jalur gua tersebut dan akhirnya mereka keluar disuatu wilayah pedalaman Lembata yaitu ” NUBA “ yang akhirnya dinamakan Nuba Dolusinu dan Ema Hingi. Dalam perjalan tersebut ada juga orang-orang yang mempunyai niat-niat yang berbeda dan cendrung menggunakan” kekuatan Hitam” untuk mengganggu sesama yang lain sehingga ” Ama Dolusinu ” mengambil sebuah keputusan untuk menutup Lobang tempat keluar dengan sebuah batu sehingga orang-orang tersebut tidak masuk dalam ethis Lamatuka. Hal ini terbukti bahwa dari keturun Lamatuka tidak ada orang yang mempunyai kekuatan Hitam atau dalam bahasa setempat “Emap’e”. akan tetapi muncul banyak tabib yang melakukan kegiatan secara sukarela untuk menyembuhkan pasien dengan bantuan Lelurur dari Nuba Dolusinu. Dari puncak nuba itulah awal ethis ini memulai suatu kehidupan yang baru dengan mendiami empat wilayah kampung yang berdekatan yaitu: Besei , Lebelang, Benalar dan Hidalabi.

Puncak Nuba Dolusinu ini menjadi suatu tempat yang memperstukan Lima Marga besar orang Lamatuka yaitu : Tukan, Lasar, Ruing, Lewuras dan Lengari, dengan melakukan ritual adat ditempat ini. Hal ini menjadi dogma turun temurun yang diteruskan sampai sekarang dan Nuba Dolusinu menjadi tempat yang sakral untuk orang Lamatuka.

Di Puncak ini dilakuakan perpaduan antara ritual Agama dan budaya lokal dengan didirikan sebuah gua Maria yang disebut Gua Pae Hati “ dan ditempat ini selalu dilakukan upacara syukur setiap tahun oleh Gereja pada bulan Desember yang selalu dihadiri oleh para pejabat Kabupaten Lembata. Anak- anak Lamatuka sekarang sudah tersebar diberbagai daerah dengan kehidupan yang berbeda tentunya tetapi nilai-nilai luhur dari puncak Nuba selalu tertanam dalam hati setiap orang.

Written by hendrik in: Opini |

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com