Pertobatan
Posting ini saya tulis di sebuah warnet saat berada di kupang.
Pada sebuah permenungan tentang ” makna pertobatan ” saya jadinya susah tidur dan beruntung seorang teman datang ke kamar hotel lalu kami mencari warnet saya ingin menulis untuk membantu saya keluar dari permenungan ini.
Pertobatan adalah Sebuah kata yang sangat mudah diucapkan. Terkadang kita berjanji sesuatu kepada Tuhan bila kita dalam suatu masalah akan tetapi begitu mudah mengingkarinya ketika berada dalam suatu zona nyaman. Kita lupa bahwa kita pernah berjanji…bisa dibayangkan kalau mengingkari janji terhadap orang yang kita sayangi, itu sangat sulit untuk diterima. Lalu bangaimana dengan ingkar terhadap sang pencipta, bukan kah itu lebih konyol.
Hari ini Rabu tanggal 25 Februari 2009 merupakan hari pertama bagi umat Katolik memulai memasuki masa prapaskah tahun 2009 yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi sebagai tanda pertobatan.
Semoga dimasa pertobatan ini membawah kita pada kemenangan dalam merayakan hari kebangkitan Tuhan Yesus (”paskah”} dan tentunya harus selalu diingat untuk tidak mengulangi kesalahan atau kelemahan manusia yang sering kita buat baik sengaja maupun tidak. Manusia selalu menjastifikasi setiap kesalahannya dengan mengatakan bahwa kita adalah “manusia lemah yang tidak luput dari salah dan dosa ” karena kita mengandalkan kekuatan ” daging ” padahal untuk memproteksi diri manusia harus memerlukan kekuatan ” Roh kudus ” yang senan tiasa membimbing dan mengarakan manusia kejalan yang benar.
Yang mengusik perasaan saya adalah mengapa kita begitu mudah berjanji kepada Tuhan dan begitu cepatnya kita melupakan janji tersebut, pada hal Dia begitu baik pada Kita.
Selamat menjalankan masa puasa, Tuhan Yesus Memberkati…
